Bis Kota Vallei-lijn
Akhir September 2008, penulis bersama keluarga melakukan perjalanan dengan bis
kota ‘Vallei-lijn’. Si kecil senang sekali sebab sudah beberapa hari melakukan perjalanan dengan moda sepeda ‘onthel’. Dia nampak girang begitu melihat bis ‘ular’ kesukaannya yang berwarna biru mendekati halte Hovestein. “Ede Train Station”, jelasku sambil mengulurkan karcis langganan bis untuk di cap oleh sopir merangkap kenek [hanya 1 operator]. Bis kota di sini hanya berhenti di halte.
Sambil menikmati indahnya musim gugur, mata mulai mengamati desain dari bis kota ini, yang sangat bagus serta nampak karoseri keluaran baru sebab sudah menggunakan layar TV LCD. Yang paling berbeda dengan bis yang biasa penulis naiki adalah merk MAN. Ternyata MAN singkatan dari Maschinenfabrik Augsburg Nürnberg, dan merupakan salah satu pionir industri mesin diesel sebab pendirinya adalah Rudolf Diesel yang namanya diabadikan menjadi nama mesin diesel.
Mesin MAN
MAN AG adalah perusahaan mesin yang berbasis di Munich. Didirikan oleh Bapak Rudolf Diesel pada tahun 1897, jauh sebelum Indonesia melakukan sumpah pemuda 1928. MAN sendiri pada awalnya merupakan industri strategis [semacam INKA-red] di era 1840 dan dengan ditemukannya mesin diesel oleh Pak Rudolf Diesel di era 1893-1897 maka MAN lebih dikenal sebagai pabrikan mesin diesel, dan merupakan perintis industri truk dan bis diesel jauh sebelum merk Mercedes Benz [Jerman], Scania [Swedia], ataupun merk lainnya semacam Hino-Toyota [Jepang].